AdsNiaga2

Friday, October 10, 2008

SEBUTIR PASIR

Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan ais raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun! Lantas apa? "Sebutir pasir yang terselit di celah -celah jari kaki," kata Hillary. Wartawan hairan, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya, "Sebutir pasir yang masuk di celah - celah jari kaki sering sekali menjadi tanda awal malapetaka. Ia boleh masuk ke kulit kaki atau ke celah – celah jari kaki. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki pun tak boleh digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu." Harimau, buaya, dan beruang, meskipun buas, ia binatang yang secara naluri takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah mempunya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencuba minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Kerana itu, banyak orang yang biasa melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan masyarakat.

Melihat kemungkinan potensi kerosakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw menasihati agar ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan amal baik yang kecil juga. Dalam kisah disebutkan, seorang pelacur masuk syurga hanya kerana memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar kerana faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.


No comments: